Widget Cuaca

CUACA HARI INI

Makassar
🌤
🌡 --°C
💨 -- km/j
💧 --%
Live Score Dunia

LIVE SCORE DUNIA

Premier League
Arsenal 2 - 1 Chelsea
72'
La Liga
Barcelona 1 - 0 Sevilla
55'
Serie A
Inter 0 - 0 Milan
31'
Bundesliga
Bayern 3 - 0 Dortmund
HT
SIDENRENG RAPPANG

Sebulan Memimpin Satnarkoba Sidrap, AKP Andri Kurniawan Langsung Tancap Gas: 38 Tersangka, 88 Gram Sabu dan 167 Ekstasi

0
×

Sebulan Memimpin Satnarkoba Sidrap, AKP Andri Kurniawan Langsung Tancap Gas: 38 Tersangka, 88 Gram Sabu dan 167 Ekstasi

Sebarkan artikel ini

Hbdpress.com, Sidrap – Ada yang menarik dari satu bulan pertama AKP Andri Kurniawan, STK, S.H., S.I.K., memimpin Satuan Reserse Narkoba Polres Sidrap.

Bukan hanya angka pengungkapan yang muncul.

Tetapi juga ritme kerja sebuah tim.

Dalam waktu sekitar satu bulan, Satnarkoba Polres Sidrap mencatat 38 tersangka. Barang bukti yang diamankan pun tidak sedikit, yakni 88 gram sabu-sabu dan 167 butir ekstasi.

Angka itu menunjukkan satu hal: mesin penindakan Satnarkoba bergerak cukup agresif.

Namun, kerja seperti itu tidak mungkin ditopang seorang kasat sendirian.

Di balik setiap pengungkapan ada anggota yang melakukan pemetaan, pengumpulan informasi, penyelidikan, penangkapan, pemeriksaan barang bukti hingga pengembangan perkara.

Karena itu, menarik melihat catatan satu bulan tersebut bukan hanya sebagai capaian AKP Andri Kurniawan, tetapi sebagai capaian sebuah tim yang sedang membangun pola kerja baru.

Kasat Baru, Ritme Baru

Andri datang ke Sidrap dengan pengalaman di bidang reserse.

Sebelumnya, ia dipercaya sebagai Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Makassar.

Perwira kelahiran Surabaya tersebut merupakan lulusan Akpol 2015.

Pengalaman sebagai polisi reserse tentu menjadi modal ketika ia harus berhadapan dengan karakter perkara narkotika yang berbeda dengan tindak pidana konvensional.

Narkotika tidak berhenti pada pelaku yang tertangkap.

Ada jaringan.

Ada pemasok.

Ada pengedar.

Ada pembeli.

Ada pola komunikasi.

Ada pula jalur distribusi yang harus dibaca.

Karena itu, kemampuan membangun tim menjadi sama pentingnya dengan kemampuan melakukan penangkapan.

Dan di sinilah gaya Andri mulai terlihat.

Tidak Berdiri Sendiri

Seorang Kasat Narkoba boleh saja memiliki strategi.

Tetapi strategi itu tidak akan berarti tanpa anggota yang mampu menerjemahkannya di lapangan.

Catatan 38 tersangka dalam satu bulan memperlihatkan bahwa koordinasi antara pimpinan satuan dan personel di lapangan berjalan cukup efektif.

Andri tidak bekerja sendirian.

Ia berada di tengah tim.

Kekompakan semacam ini penting dalam penanganan narkotika. Sebab satu informasi kecil bisa menentukan arah sebuah pengungkapan.

Satu nama dapat membawa penyidik kepada nama berikutnya.

Satu transaksi dapat membuka jaringan yang lebih besar.

Satu tersangka yang berhasil diamankan tidak otomatis menjadi akhir perkara.

Justru sering kali menjadi awal dari pengembangan berikutnya.

Di situlah kekompakan tim menjadi modal.

88 Gram Sabu, 167 Ekstasi

Barang bukti yang diamankan juga memberi gambaran mengenai jenis ancaman yang dihadapi.

88 gram sabu-sabu dan 167 butir ekstasi bukan sekadar benda sitaan yang kemudian dicatat dalam laporan.

Di balik setiap gram dan setiap butir terdapat potensi penyalahgunaan yang harus dihentikan sebelum masuk lebih jauh ke masyarakat.

Karena itu, angka barang bukti seharusnya tidak dibaca semata-mata sebagai ukuran keberhasilan penangkapan.

Ia juga menjadi gambaran tentang seberapa serius pekerjaan rumah pemberantasan narkotika di Sidrap.

Semakin aktif jaringan bergerak, semakin dibutuhkan aparat yang mampu bergerak lebih cepat.

Dari Makassar ke Sidrap

Bagi Andri, Sidrap menjadi panggung baru setelah sebelumnya bertugas di Polres Pelabuhan Makassar.

Perpindahan itu sekaligus membawa pengalaman lapangan dari lingkungan kerja yang berbeda.

Kini ia menghadapi wilayah dengan karakteristik tersendiri.

Namun satu bulan pertama memberikan sinyal bahwa ia tidak membutuhkan waktu terlalu lama untuk beradaptasi dengan satuan yang dipimpinnya.

Ia memilih bergerak bersama anggota.

Bukan sekadar memberi perintah dari belakang meja.

Sebab pekerjaan reserse pada akhirnya ditentukan oleh apa yang terjadi di lapangan.

Rapor Awal, Bukan Garis Finish

Tentu, satu bulan belum cukup untuk menyimpulkan keseluruhan kinerja seorang Kasat.

Tetapi 38 tersangka, 88 gram sabu dan 167 ekstasi merupakan catatan awal yang sulit diabaikan.

Yang menarik justru bukan semata-mata besarnya angka tersebut.

Melainkan bagaimana angka itu lahir dari sebuah tim.

Di satu sisi, masyarakat berharap semakin banyak jaringan narkotika yang berhasil diputus.

Di sisi lain, angka pengungkapan yang tinggi juga mengingatkan bahwa pekerjaan Satnarkoba masih panjang.

Sebab keberhasilan terbesar bukan ketika daftar tersangka semakin panjang.

Keberhasilan terbesar adalah ketika rantai peredaran semakin pendek, jaringan semakin sulit bergerak, dan narkotika semakin sulit menjangkau masyarakat.

Untuk sementara, satu bulan pertama kepemimpinan AKP Andri Kurniawan memberikan sebuah gambaran:

Kasatnya baru, tetapi timnya langsung menemukan ritme.

Dan 38 tersangka adalah angka yang menjadi penanda awalnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *