Widget Cuaca

CUACA HARI INI

Makassar
🌤
🌡 --°C
💨 -- km/j
💧 --%
Live Score Dunia

LIVE SCORE DUNIA

Premier League
Arsenal 2 - 1 Chelsea
72'
La Liga
Barcelona 1 - 0 Sevilla
55'
Serie A
Inter 0 - 0 Milan
31'
Bundesliga
Bayern 3 - 0 Dortmund
HT
DAERAHHukum dan KriminalKOMUNITASNASIONALOPINIPENDIDIKANSIDENRENG RAPPANGSULAWESI SELATANVIRAL

“Sidrap Bukan Sarang Sobis! Kabid PAO HMI Cabang Sidrap Desak Penguatan Deteksi Dini dan Patroli Wilayah Rawan”

43
×

“Sidrap Bukan Sarang Sobis! Kabid PAO HMI Cabang Sidrap Desak Penguatan Deteksi Dini dan Patroli Wilayah Rawan”

Sebarkan artikel ini

Sidrap — Ketua Bidang Pembinaan Aparatur Organisasi (PAO) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sidrap, Muh. Irfan Djhuanda, menyampaikan keprihatinannya terhadap munculnya stigma dari luar daerah yang kembali mengaitkan Kabupaten Sidenreng Rappang dengan praktik penipuan online atau yang kerap disebut “sobis”.

Menurut Djuanda, stigma tersebut sangat disayangkan karena selama ini pemerintah daerah bersama masyarakat terus berupaya membangun dan memperbaiki citra Kabupaten Sidrap sebagai daerah yang memiliki banyak potensi dan prestasi.

Sidrap selama ini dikenal sebagai salah satu lumbung beras, daerah dengan kehidupan keagamaan yang kuat dan melahirkan banyak penghafal Al-Qur’an, serta daerah yang terus melahirkan pelajar dan generasi muda yang cerdas dan berprestasi.

«“Kami prihatin ketika kerja keras pemerintah daerah dan masyarakat dalam membangun citra Sidrap seolah-olah tertutup oleh pemberitaan mengenai penipuan online. Selama ini masyarakat kita bekerja keras menjadikan Sidrap sebagai daerah pertanian yang produktif, daerah yang melahirkan para penghafal Al-Qur’an, dan daerah yang terus mencetak anak-anak cerdas serta berprestasi,” ujar Djuanda.»

Ia menegaskan bahwa keberadaan oknum yang melakukan tindak pidana tidak dapat dijadikan alasan untuk menggeneralisasi seluruh masyarakat Sidrap. Masih banyak masyarakat yang menjalani kehidupan dengan cara yang baik dan produktif.

Para petani terus menggarap lahan dan menjaga Sidrap sebagai salah satu daerah penghasil beras. Para orang tua terus menyekolahkan anak-anaknya. Para pelajar dan mahasiswa terus belajar dan berprestasi. Para tokoh agama dan lembaga pendidikan keagamaan juga terus membangun generasi yang memiliki nilai moral dan keagamaan.

“Kalau ada oknum yang melakukan kejahatan, itu adalah perbuatan individu yang harus dipertanggungjawabkan secara hukum. Jangan kemudian seluruh masyarakat Sidrap ikut menerima stigma. Kita harus memisahkan antara pelaku kejahatan dengan identitas masyarakat Sidrap secara keseluruhan,” tegasnya.

Polisi Harus Perkuat Deteksi Dini dan Patroli Wilayah Rawan

Di sisi lain, Djuanda meminta jajaran Polres Sidrap untuk memperkuat langkah pencegahan, khususnya dalam hal deteksi dini, pemetaan wilayah rawan, patroli, dan penyisiran terhadap lokasi yang berpotensi menjadi tempat aktivitas jaringan penipuan online.

Berkembangnya pemberitaan mengenai pengungkapan jaringan penipuan online oleh Polda Jawa Barat di wilayah Kabupaten Sidrap seharusnya menjadi bahan evaluasi bagi aparat kepolisian di daerah.

Menurut Djuanda, kepolisian tidak semestinya hanya menunggu sampai adanya laporan atau pengungkapan kasus. Upaya pencegahan harus dilakukan sebelum aktivitas tersebut berkembang menjadi jaringan yang lebih besar.

«“Kami berharap Polres Sidrap lebih memperkuat deteksi dini. Wilayah-wilayah yang memiliki indikasi atau potensi menjadi tempat berkembangnya aktivitas penipuan online harus dipetakan dan diawasi. Patroli dan penyisiran juga harus dilakukan secara lebih massif dan berkelanjutan, bukan hanya setelah kasus tersebut mencuat,” ungkap Djuanda.»

Ia menilai pendekatan preventif sangat penting agar Kabupaten Sidrap tidak terus-menerus dikaitkan dengan praktik penipuan online. Kepolisian bersama pemerintah daerah dan masyarakat perlu membangun sistem pengawasan yang mampu mendeteksi potensi kejahatan sejak dini.

“Jangan sampai aparat baru bergerak setelah ada pengungkapan dari luar daerah. Kita ingin Polres Sidrap menjadi pihak yang paling awal mendeteksi ketika ada aktivitas mencurigakan di wilayahnya sendiri. Pencegahan harus menjadi prioritas,” tegasnya.

Djuanda juga mengajak masyarakat untuk tidak ikut menyebarkan stigma dan tidak melakukan generalisasi terhadap Kabupaten Sidrap. Menurutnya, menjaga citra daerah bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga menjadi tanggung jawab seluruh masyarakat.

“Sidrap punya wajah yang jauh lebih besar daripada sekadar pemberitaan tentang sobis. Kita punya sawah yang menghasilkan beras, pesantren dan rumah-rumah tahfiz yang melahirkan penghafal Al-Qur’an, sekolah dan kampus yang mencetak generasi cerdas, serta masyarakat yang setiap hari bekerja keras. Semua itu adalah wajah Sidrap yang harus kita jaga,” pungkas Djuanda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *