PERISTIWASIDENRENG RAPPANGSULAWESI SELATAN

RSUD Nene Mallomo dan RS Adinda Medical Centre Tegaskan Pasien Risnatiawati Tetap Dirawat

72
×

RSUD Nene Mallomo dan RS Adinda Medical Centre Tegaskan Pasien Risnatiawati Tetap Dirawat

Sebarkan artikel ini

SIDRAP — Pihak RSUD Nene Mallomo Sidrap dan RS Adinda Medical Centre membantah isu yang menyebutkan bahwa pasien bernama Risnatiawati ditelantarkan. Saat ini, pasien tersebut masih mendapatkan penanganan medis di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Adinda Medical Centre.

Kepastian ini disampaikan oleh Kepala Bidang Pelayanan Keperawatan RSUD Nene Mallomo, Novita Burhan. Ia menjelaskan bahwa Risnatiawati masuk ke RS Nene Mallomo pada 4 Desember 2025 dan pulang pada 5 Desember 2025 atas permintaan keluarga.

“Hari ini keluarga membawa pasien ke RS Adinda Medical Centre, dan hingga saat ini pasien masih dalam perawatan observasi di IGD,” kata Novita.

Menurut Novita, keluarga memutuskan memulangkan pasien dari RS Nene Mallomo karena kendala biaya.

Diketahui sebelumnya, Risnatiawati dilaporkan melakukan percobaan bunuh diri dengan meminum racun. Kasus seperti ini tidak dapat dijamin BPJS Kesehatan.

Kepala BPJS Kesehatan Sidrap, Hariati, menjelaskan bahwa percobaan bunuh diri termasuk dalam layanan yang tidak ditanggung BPJS sesuai Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 82 tentang Jaminan Kesehatan.

“Kasus ini tidak dijamin BPJS karena merupakan tindakan yang disengaja, bukan penyakit,” jelasnya.

Dalam regulasi tersebut, terdapat 21 jenis layanan yang tidak ditanggung, termasuk cedera akibat tindakan yang disengaja.

BPJS menegaskan tidak memiliki kewenangan memberikan penjaminan di luar ketentuan Perpres. “Jika ada kasus seperti ini, biasanya diarahkan untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah daerah atau instansi terkait bagi pasien kurang mampu,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Sidrap, Dr. Ishak Kenre, SKM, M.Kes, meminta keluarga untuk tidak memulangkan pasien dari RS Adinda Medical Centre dan tetap melanjutkan perawatan medis.

“Kami mendorong keluarga untuk mencari sumber bantuan, termasuk membuka donasi publik, guna meringankan biaya perawatan Risnatiawati,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *