Oleh : Eka Ambarwati (MD Forhati Sidrap)
Keadilan seakan telah hilang dari wajah negeri ini. Rakyat kecil yang mestinya menjadi tumpuan utama perjuangan para wakil rakyat kini justru menjadi pihak yang paling tersakiti. Mereka berteriak meminta keadilan, namun yang terdengar hanya gema kekuasaan di ruang-ruang parlemen.
Parlemen yang seharusnya menjadi benteng aspirasi rakyat telah berubah menjadi menara gading bagi para elit. Alih-alih bekerja untuk membela hak-hak rakyat, mereka justru sibuk memperkaya diri sendiri, memperjuangkan kepentingan kelompok, dan menutup mata terhadap penderitaan masyarakat kecil.
Inilah wajah demokrasi yang pincang. Demokrasi yang dikhianati oleh mereka yang diberi mandat, tetapi mengkhianati sumpah jabatannya. Jika kondisi ini terus dibiarkan, maka rakyat kecil akan semakin terpinggirkan dan keadilan hanya menjadi cerita kosong tanpa makna.
Sudah saatnya rakyat bersatu, menagih janji, dan mengingatkan bahwa kekuasaan bukanlah warisan untuk dilestarikan demi kepentingan pribadi, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.