BULUKUMBA – SMKN 2 Bulukumba memperingati Hari Pendidikan Nasional 2026 dengan upacara bernuansa adat Bugis-Makassar, Jumat 2 Mei 2026. Seluruh guru dan staf kompak mengenakan baju bodo dan jas tutup.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Mustamin, S.P., menegaskan Hardiknas tahun ini jadi momentum melawan stigma SMK sebagai pilihan kedua.
“SMK bukan pilihan kedua. Di SMKN 2 Bulukumba, kami tanamkan resopa temmangingngi ke anak-anak Kindang. Kerja keras tanpa henti. Target kami jelas: lulusan siap kerja, siap kuliah, dan siap wirausaha,” tegas Mustamin usai upacara.
Mustamin menyinggung tantangan sekolah pelosok. Ia mengutip falsafah Bugis duppai tanae, letei sompe’ yang artinya jemput pengetahuan, arungi tantangan.
“Jangan mau mampau lao. Anak Kindang harus berani merantau ilmu. Tapi ingat, pulang untuk bangun kampung. Itu pesan Hardiknas kami tahun ini,” ujarnya.
Ia juga menekankan penguatan karakter taro ada taro gau di lingkungan sekolah. “Pintar saja tidak cukup. Ucapan dan perbuatan harus sejalan. Kuasai teknologi, tapi jangan lupa siri’ na pacce,” tambah Mustamin.
Mustamin menutup dengan ajakan bahwa semangat Hardiknas harus jadi bahan bakar bersama. “Pendidikan di pelosok bisa hebat kalau kita semua bergerak. Tidak ada anak Kindang yang boleh putus sekolah karena alasan apa pun,” pungkasnya.
Kegiatan Hardiknas di SMKN 2 Bulukumba juga dirangkaikan dengan sosialisasi Penerimaan Peserta Didik Baru 2026 untuk menjaring lulusan SMP/MTs se-Bulukumba Barat.
Wakasek Kesiswaan SMKN 2 Bulukumba Ajak Siswa Implementasikan Filosofi Duppai Tanae Letei Sompe’
BULUKUMBA – SMKN 2 Bulukumba memperingati Hari Pendidikan Nasional 2026 dengan upacara bernuansa adat Bugis-Makassar, Jumat 2 Mei 2026. Seluruh guru dan staf kompak mengenakan baju bodo dan jas tutup.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Mustamin, S.P., menegaskan Hardiknas tahun ini jadi momentum melawan stigma SMK sebagai pilihan kedua.
“SMK bukan pilihan kedua. Di SMKN 2 Bulukumba, kami tanamkan resopa temmangingngi ke anak-anak Kindang. Kerja keras tanpa henti. Target kami jelas: lulusan siap kerja, siap kuliah, dan siap wirausaha,” tegas Mustamin usai upacara.
Mustamin menyinggung tantangan sekolah pelosok. Ia mengutip falsafah Bugis duppai tanae, letei sompe’ yang artinya jemput pengetahuan, arungi tantangan.
“Jangan mau mampau lao. Anak Kindang harus berani merantau ilmu. Tapi ingat, pulang untuk bangun kampung. Itu pesan Hardiknas kami tahun ini,” ujarnya.
Ia juga menekankan penguatan karakter taro ada taro gau di lingkungan sekolah. “Pintar saja tidak cukup. Ucapan dan perbuatan harus sejalan. Kuasai teknologi, tapi jangan lupa siri’ na pacce,” tambah Mustamin.
Mustamin menutup dengan ajakan bahwa semangat Hardiknas harus jadi bahan bakar bersama. “Pendidikan di pelosok bisa hebat kalau kita semua bergerak. Tidak ada anak Kindang yang boleh putus sekolah karena alasan apa pun,” pungkasnya.
Kegiatan Hardiknas di SMKN 2 Bulukumba juga dirangkaikan dengan sosialisasi Penerimaan Peserta Didik Baru 2026 untuk menjaring lulusan SMP/MTs se-Bulukumba Barat.











