SIDRAP – Sebuah tagline yang mengangkat identitas dan semangat masyarakat Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) tengah menjadi perhatian di media sosial. Tagline tersebut berbunyi “SAYA ASLI SIDRAP, TAPI SAYA BUKAN PASSOBIS.”
Ungkapan itu muncul sebagai bentuk penegasan bahwa identitas sebagai masyarakat Sidrap tidak boleh dikaitkan secara umum dengan aktivitas passobis atau praktik penipuan melalui media komunikasi.
Tagline tersebut dikemas dalam sebuah ilustrasi bernuansa khas daerah Sidrap, menampilkan seorang pemuda dengan latar persawahan dan pegunungan. Pesan yang disampaikan cukup tegas, yakni membangun kebanggaan sebagai orang Sidrap sekaligus menolak stigma negatif yang dapat merugikan nama baik daerah.
“Saya asli Sidrap, tapi saya bukan passobis,” menjadi kalimat yang dinilai sederhana namun memiliki pesan sosial yang kuat.
Seruan tersebut juga menggambarkan sikap masyarakat yang ingin menunjukkan bahwa masih banyak warga Sidrap yang bekerja dan beraktivitas secara jujur, baik sebagai petani, pelaku usaha, profesional, maupun berbagai bidang pekerjaan lainnya.
Tagline ini diharapkan tidak hanya menjadi slogan di media sosial, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat citra positif Kabupaten Sidrap dan masyarakatnya.
“Bangga menjadi orang Sidrap, menjaga nama baik daerah, dan menolak segala bentuk penipuan,” menjadi semangat yang tercermin dari pesan tersebut.
Dengan semakin banyaknya masyarakat yang membagikan tagline itu, diharapkan muncul kesadaran bersama untuk menjaga nama baik Sidrap serta menunjukkan kepada masyarakat luas bahwa Sidrap bukan hanya tentang stigma, tetapi juga tentang orang-orang baik, pekerja keras, dan berprestasi.
















