MAROS — Teknologi konstruksi modern mulai diterapkan dalam pembangunan hunian di Sulawesi. Perumahan Sunrise City Maros menjadi perumahan pertama di Sulawesi yang menggunakan bata interlock presisi SIG dalam pembangunan unit rumah.
Penggunaan perdana teknologi tersebut ditandai dengan peresmian yang berlangsung di kawasan Perumahan Sunrise City Maros, Jalan Tellumpocoe, Dusun Palisi, Kecamatan Marusu, Kabupaten Maros, Sabtu (3/10/2026).
Bata interlock presisi tersebut digunakan sebagai bagian dari upaya menghadirkan proses pembangunan rumah yang lebih efisien, baik dari sisi waktu maupun penggunaan material, sekaligus mendukung kenyamanan penghuni.
Owner PT Nusantara Land Development Group (NLD Group), Tri Wijaya, mengatakan pembangunan rumah tidak hanya berorientasi pada penyediaan tempat tinggal, tetapi juga harus mampu memberikan kenyamanan serta nilai jangka panjang bagi masyarakat.
“Sebagai pengusaha di bidang properti, membangun sebuah rumah bukan hanya sekadar tempat tinggal, tetapi lebih dari itu,” ujar Tri Wijaya.
Ia menjelaskan, Sunrise City Maros selama ini secara konsisten menggunakan produk Semen Tonasa dalam pembangunan perumahannya. Penggunaan bata interlock presisi SIG menjadi inovasi berikutnya untuk meningkatkan efisiensi sekaligus mendukung konsep hunian yang lebih ramah lingkungan.
Menurut Tri Wijaya, penggunaan bata interlock presisi memiliki sejumlah keunggulan, termasuk membantu menghemat penggunaan semen, pasir, dan besi tanpa mengurangi kekuatan bangunan dengan tetap memperhatikan standar konstruksi.
Sistem pemasangan yang lebih presisi juga dinilai dapat mempercepat proses pembangunan rumah.
“Harapannya, dengan menggunakan bata interlock ini, rumah menjadi lebih adem, tidak bising, dan tentunya lebih ramah lingkungan,” katanya.
Semen Tonasa Apresiasi Inovasi Sunrise City
Direktur Semen Tonasa, Anies, menyampaikan apresiasi atas langkah Sunrise City Maros yang menjadi perumahan pertama di Sulawesi dalam penggunaan bata interlock presisi.
Menurutnya, pengembangan teknologi tersebut salah satunya ditujukan untuk mempercepat pembangunan rumah sekaligus meningkatkan efisiensi penggunaan anggaran.
“Kami sangat bersyukur Sunrise City Maros menjadi perumahan pertama yang menggunakan bata interlock presisi,” ujar Anies.
Ia menilai teknologi tersebut dapat menjadi salah satu alternatif dalam pembangunan rumah yang sesuai dengan kebutuhan konstruksi saat ini.
Dengan proses pengerjaan yang lebih cepat serta penggunaan material yang lebih efisien, teknologi bata interlock diharapkan dapat membantu pengembang menekan biaya pembangunan tanpa mengesampingkan kualitas bangunan.
Anies juga menilai teknologi tersebut memiliki potensi diterapkan di wilayah Sulawesi yang memiliki karakteristik suhu relatif panas.
Bata interlock disebut memiliki kemampuan membantu meredam panas dari luar sehingga dapat mendukung terciptanya kondisi hunian yang lebih nyaman bagi penghuni.
SIG Perluas Penggunaan Teknologi Konstruksi Presisi
Perwakilan PT SIG, Adi Akmal, turut mengapresiasi langkah NLD Group menggunakan bata interlock presisi dalam pembangunan Sunrise City Maros.
Ia mengatakan penggunaan teknologi tersebut di Sulawesi menjadi langkah penting dalam memperluas pemanfaatan produk konstruksi presisi di kawasan Indonesia Timur.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada NLD yang telah menggunakan bata interlock presisi,” kata Adi Akmal.
Adi Akmal menjelaskan, untuk mendukung kebutuhan pasar di kawasan Indonesia Timur, SIG memiliki fasilitas produksi di kawasan industri Makassar (KIMA).
Menurutnya, penggunaan bata interlock presisi sebelumnya telah berkembang di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Jawa Barat dan DKI Jakarta.
Karena itu, kehadiran Sunrise City Maros diharapkan dapat menjadi pembuka jalan bagi pengembang lainnya di Sulawesi untuk mulai mengadopsi teknologi konstruksi tersebut.
“Harapannya, perumahan pertama di Sulawesi ini akan membuka jalan bagi para pengembang untuk menggunakan produk ini,” ujarnya.
Adi Akmal menambahkan, bata interlock yang digunakan merupakan produk dalam negeri dan tidak menggunakan bahan dari luar negeri.
Produk tersebut juga telah memiliki sertifikasi yang diperlukan untuk penggunaannya dalam konstruksi.
Dari sisi keamanan, bata interlock disebut dapat digunakan untuk pembangunan rumah yang dirancang menghadapi kondisi wilayah rawan gempa, dengan tetap memperhatikan standar dan sistem struktur bangunan yang berlaku.
NLD Group Terus Perluas Bisnis Properti
Di sisi lain, Tri Wijaya mengungkapkan NLD Group saat ini telah hadir di enam kota dan terus melakukan ekspansi bisnis properti, termasuk ke Kota Bogor.
Ekspansi tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam memperluas pembangunan hunian di berbagai wilayah Indonesia.
Kehadiran Sunrise City Maros sekaligus menjadi bagian dari upaya NLD Group menghadirkan inovasi dalam pembangunan perumahan.
Penggunaan material konstruksi yang lebih presisi, efisiensi waktu dan material, serta perhatian terhadap kenyamanan penghuni menjadi bagian dari konsep yang diterapkan pada pembangunan tersebut.
Sunrise City Maros diharapkan dapat menjadi salah satu contoh penerapan teknologi konstruksi modern di Sulawesi.
Penggunaan bata interlock presisi SIG juga menjadi salah satu pembeda dalam pembangunan perumahan tersebut.
Teknologi ini tidak hanya diarahkan untuk mempercepat proses pengerjaan rumah, tetapi juga mendukung efisiensi penggunaan material dan konsep pembangunan yang lebih ramah lingkungan.
Langkah Sunrise City Maros tersebut sekaligus membuka ruang bagi perkembangan teknologi konstruksi di Sulawesi, terutama di tengah kebutuhan masyarakat terhadap hunian yang berkualitas, efisien, nyaman, dan tetap terjangkau.
Laporan: Mustari, S.Pd.


















