BULUKUMBA – Sebanyak 10 sekolah di Kabupaten Bulukumba menerima penghargaan Adiwiyata tingkat kabupaten dalam rangkaian upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional yang digelar di Lapangan Pemuda Bulukumba, Senin (4/5/2026).
Salah satu penerima penghargaan adalah SDN 350 Kahaya, Kecamatan Kindang. Sekolah dasar terpencil itu dinilai berhasil menerapkan program bebas sampah plastik selama dua tahun terakhir.
Ketua Tim Adiwiyata SDN 350 Kahaya, Indah Sugiarti, S.Pd, mengungkapkan kunci keberhasilan sekolah terletak pada strategi pembiasaan dan kolaborasi. “Strateginya pembiasaan, pengawasan, dan keteladanan. Tapi yang paling utama adalah kerjasama seluruh tim. Guru, siswa, tenaga kependidikan, hingga orang tua semua bergerak bersama,” kata Indah, (5/5/2026).
Program unggulan yang dijalankan meliputi wajib tumbler dan kotak makan, larangan total plastik sekali pakai di kantin, pengolahan sampah organik jadi kompos, serta bank sampah untuk anorganik. Siswa juga rutin piket kebersihan dan membuat karya daur ulang tiap bulan.
Kepala SDN 350 Kahaya, Sitti Maryam, S.Pd, mengapresiasi kerja tim. “Ini hasil kerja keras semua pihak. Meski sekolah kami terpencil, anak-anak berhak mendapat lingkungan belajar yang sehat. Ini bukti Merdeka Belajar sampai ke pelosok,” tegasnya.
Upacara Hardiknas 2026 di Lapangan Pemuda Bulukumba mengusung tema “Bergerak Bersama, Lanjutkan Merdeka Belajar”. Upacara diikuti ribuan peserta dari unsur guru, siswa, kepala sekolah, dan jajaran OPD lingkup Pemkab Bulukumba.
Penghargaan Adiwiyata diberikan kepada sekolah yang dinilai berhasil menciptakan budaya peduli dan berbudaya lingkungan hidup. Dinas Pendidikan Bulukumba berharap jumlah sekolah Adiwiyata terus bertambah setiap tahun.
Sukses Program Bebas Plastik, Kasek Sitti Maryam, S.Pd Bawa SDN 350 Kahaya Raih Adiwiyata
BULUKUMBA – Sebanyak 10 sekolah di Kabupaten Bulukumba menerima penghargaan Adiwiyata tingkat kabupaten dalam rangkaian upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional yang digelar di Lapangan Pemuda Bulukumba, Senin (4/5/2026).
Salah satu penerima penghargaan adalah SDN 350 Kahaya, Kecamatan Kindang. Sekolah dasar terpencil itu dinilai berhasil menerapkan program bebas sampah plastik selama dua tahun terakhir.
Ketua Tim Adiwiyata SDN 350 Kahaya, Indah Sugiarti, S.Pd, mengungkapkan kunci keberhasilan sekolah terletak pada strategi pembiasaan dan kolaborasi. “Strateginya pembiasaan, pengawasan, dan keteladanan. Tapi yang paling utama adalah kerjasama seluruh tim. Guru, siswa, tenaga kependidikan, hingga orang tua semua bergerak bersama,” kata Indah, (5/5/2026).
Program unggulan yang dijalankan meliputi wajib tumbler dan kotak makan, larangan total plastik sekali pakai di kantin, pengolahan sampah organik jadi kompos, serta bank sampah untuk anorganik. Siswa juga rutin piket kebersihan dan membuat karya daur ulang tiap bulan.
Kepala SDN 350 Kahaya, Sitti Maryam, S.Pd, mengapresiasi kerja tim. “Ini hasil kerja keras semua pihak. Meski sekolah kami terpencil, anak-anak berhak mendapat lingkungan belajar yang sehat. Ini bukti Merdeka Belajar sampai ke pelosok,” tegasnya.
Upacara Hardiknas 2026 di Lapangan Pemuda Bulukumba mengusung tema “Bergerak Bersama, Lanjutkan Merdeka Belajar”. Upacara diikuti ribuan peserta dari unsur guru, siswa, kepala sekolah, dan jajaran OPD lingkup Pemkab Bulukumba.
Penghargaan Adiwiyata diberikan kepada sekolah yang dinilai berhasil menciptakan budaya peduli dan berbudaya lingkungan hidup. Dinas Pendidikan Bulukumba berharap jumlah sekolah Adiwiyata terus bertambah setiap tahun.















