Makassar – DPRD Kota Makassar mendorong pemerintahan baru di bawah kepemimpinan Munafri Arifuddin dan Aliyah Mustika Ilham untuk memprioritaskan penanganan banjir yang hingga kini masih menjadi persoalan utama di Kota Makassar.
Wakil Ketua DPRD Makassar, Andi Suharmika, menegaskan bahwa kota membutuhkan grand desain dan strategi komprehensif agar banjir tidak terus menjadi masalah tahunan.
“Masyarakat membutuhkan solusi konkret terkait banjir di Kota Makassar. Semoga pemerintahan baru ini mampu menyelesaikan satu per satu permasalahan banjir,” ujar Suharmika, dikutip dari Sindo, Ahad (16/2/2025).
Ia menekankan pentingnya koordinasi yang lebih kuat antara legislatif dan eksekutif untuk memastikan langkah penanganan yang efektif.
“Ini persoalan yang harus kita atasi bersama. Semua pihak harus berkolaborasi. Penanganan banjir bukan hal biasa, sehingga perlu pemikiran matang serta koordinasi yang solid antara DPRD dan pemerintah kota,” tambahnya.
Banjir kembali menjadi perhatian serius setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur Kota Makassar selama beberapa hari, menyebabkan lima kecamatan terendam dengan ketinggian air mencapai satu hingga tiga meter.
Adapun lima kecamatan terdampak meliputi Biringkanaya, Manggala, Tamalate, Panakukkang, dan Tallo. Dampaknya dirasakan langsung oleh warga, dengan 960 kepala keluarga terdampak dan 3.653 jiwa terpaksa mengungsi. Mereka ditempatkan di 38 titik pengungsian yang disiapkan pemerintah dan relawan.
Pemerintah Kota Makassar bersama instansi terkait telah menjalankan berbagai langkah penanganan, termasuk menyalurkan bantuan dan mengerahkan tim untuk memastikan keselamatan masyarakat di wilayah terdampak.
Meski demikian, DPRD meminta agar penanganan tidak hanya fokus pada solusi jangka pendek. Suharmika menegaskan perlunya upaya berkelanjutan, seperti perbaikan sistem drainase, pembenahan tata ruang, dan mitigasi bencana.
“Kami berharap ada langkah konkret dalam pemerintahan yang baru. Penanganan drainase, perbaikan infrastruktur, serta mitigasi bencana harus menjadi bagian dari solusi permanen,” ujarnya.
Masyarakat Makassar juga berharap kepemimpinan baru dapat membawa perubahan signifikan dalam penanganan banjir. Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah dan DPRD, permasalahan banjir diharapkan dapat tertangani lebih efektif dan berkelanjutan.



















