Widget Cuaca

CUACA HARI INI

Makassar
🌤
🌡 --°C
đź’¨ -- km/j
đź’§ --%
Live Score Dunia

LIVE SCORE DUNIA

Premier League
Arsenal 2 - 1 Chelsea
72'
La Liga
Barcelona 1 - 0 Sevilla
55'
Serie A
Inter 0 - 0 Milan
31'
Bundesliga
Bayern 3 - 0 Dortmund
HT
Blog

Bupati Pinrang rapat pelaksanaan Sidang komisi Irigasi yang digelar di ruang pola kantor bupati Pinrang

0
×

Bupati Pinrang rapat pelaksanaan Sidang komisi Irigasi yang digelar di ruang pola kantor bupati Pinrang

Sebarkan artikel ini

Pinrang HBDperss.com : Pemerintah Kabupaten Pinrang terus berupaya menjaga keberlangsungan sektor pertanian dengan memastikan ketersediaan air irigasi yang optimal bagi masyarakat petani, khususnya menjelang musim tanam April–September.

Upaya ini diwujudkan melalui pelaksanaan Sidang Komisi Irigasi yang digelar di ruang pola Kantor Bupati Pinrang, Selasa (28/4), dengan melibatkan seluruh pihak terkait guna menyamakan persepsi dan langkah strategis dalam pengelolaan air irigasi.

Bupati Pinrang, H. A. Irwan Hamid, S.Sos dalam sambutannya menegaskan bahwa irigasi merupakan salah satu faktor vital yang sangat menentukan keberhasilan sektor pertanian dan secara langsung berdampak pada kesejahteraan masyarakat petani.

Olehnya itu, Bupati Irwan menekankan pentingnya kehati-hatian dalam menentukan awal musim tanam, mengingat prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memperkirakan potensi musim kemarau disertai fenomena El-Nino.

“Kita harus benar-benar cermat dalam menentukan jadwal tanam, karena ini berkaitan langsung dengan ketersediaan air yang akan dimanfaatkan oleh petani. Kesalahan sedikit saja bisa berdampak pada hasil produksi,” ungkap Bupati Irwan.

Lebih lanjut, dirinya mengingatkan bahwa keterbatasan air pada musim kemarau harus diantisipasi sejak dini dengan memaksimalkan seluruh sumber daya yang ada, termasuk pemanfaatan pompanisasi dan air tanah sebagai alternatif suplai air bagi lahan pertanian.

Selain itu, Bupati Irwan juga menekankan pentingnya konsistensi seluruh pihak terhadap jadwal tanam yang telah disepakati bersama.

Hal ini dimaksudkan agar distribusi air dapat merata dan tidak menimbulkan konflik maupun kerugian bagi petani akibat kekurangan air irigasi.

Tidak hanya itu, penentuan varietas tanaman juga menjadi perhatian penting agar produktivitas hasil panen tetap optimal meskipun dihadapkan pada tantangan cuaca.

“Kalau semua bisa berjalan sesuai kesepakatan, maka petani bisa mendapatkan kepastian air, hasil panen bisa maksimal, dan pada akhirnya kesejahteraan masyarakat petani bisa meningkat,” lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan–Jeneberang, Yusma Elfita, dalam penyampaiannya mengungkapkan bahwa berdasarkan prediksi BMKG, awal musim kemarau di Kabupaten Pinrang diperkirakan mulai terjadi pada awal Juni.

Dirinya juga menyampaikan rencana rehabilitasi saluran induk, seperti perbaikan kantong lumpur dan tanggul, yang akan dilaksanakan setelah kebutuhan air untuk musim tanam April–September terpenuhi.

Olehnya itu, pihaknya berharap jadwal tanam yang telah disepakati dapat dipatuhi bersama agar tidak mengganggu proses rehabilitasi serta memastikan petani tetap mendapatkan pasokan air yang cukup.

Melalui sinergi yang kuat antara pemerintah, stakeholder terkait, dan masyarakat petani, diharapkan setiap potensi permasalahan dapat diantisipasi sejak dini, sehingga keberlangsungan produksi pertanian tetap terjaga dan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya para petani di Kabupaten Pinrang.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *