SIDENRENG RAPPANG

Sabung Ayam Masih Berkokok? KJI Sulsel: Kami Pantau dan Beritakan!

4
×

Sabung Ayam Masih Berkokok? KJI Sulsel: Kami Pantau dan Beritakan!

Sebarkan artikel ini

Hbdpress.com, Sidrap – Isu perjudian sabung ayam di Sulawesi Selatan kembali dipantik. Bukan sekadar adu jago di arena tanah lapang, tapi adu nyali dengan hukum. Praktik ini disebut masih eksis di sejumlah daerah, bergerak senyap namun terorganisir.

Ketua Kolaborasi Jurnalis Indonesia (KJI) Sulsel, Edy Basri, tak lagi berbasa-basi.

Dalam pembubaran panitia pelantikan pengurus KJI Sulsel di La Bugis, Sidrap, Selasa (17/2/2026), ia melontarkan kritik tajam kepada para kapolres se-Sulsel.

“Kalau memang ilegal, ya hentikan total. Jangan sampai hukum cuma jadi ornamen di baliho. Publik tidak butuh slogan, publik butuh tindakan,” tegasnya.

Edy menyebut, bukan mustahil masih ada wilayah yang dijadikan “markas” sabung ayam. Fenomenanya klasik: saat razia datang, hilang. Saat sunyi, muncul lagi. Seperti drama lama yang diputar ulang tanpa akhir.

“Kalau masyarakat bisa menunjuk titiknya, masa aparat tidak tahu? Jangan sampai ini jadi rahasia umum yang pura-pura tidak terlihat,” sindirnya tajam.

Siap Temui Kapolda Sulsel

Tak berhenti pada pernyataan keras, KJI Sulsel memastikan langkah lanjutan. Dalam waktu dekat, mereka akan menemui Kapolda Sulawesi Selatan untuk membahas sejumlah persoalan, termasuk dugaan maraknya praktik sabung ayam di beberapa daerah.

“Kami ingin duduk bersama. Ini bukan cari panggung, ini soal komitmen penegakan hukum. Jangan sampai kepercayaan publik tergerus,” ujar Edy.

Instruksi Tegas: Beritakan!

Yang paling menyita perhatian, Edy mengeluarkan instruksi langsung kepada seluruh anggota KJI di Sulsel. Ia memerintahkan agar jurnalis KJI aktif memantau dan tidak segan memberitakan jika menemukan dan memastikan adanya praktik judi sabung ayam.

“Ini perintah organisasi. Kalau terbukti ada praktik sabung ayam, beritakan. Jangan takut. Jangan tumpul. Kerja jurnalistik harus berpihak pada kepentingan masyarakat,” tegasnya.

Menurutnya, pers bukan musuh aparat, melainkan alarm sosial. Jika alarm berbunyi, itu tanda ada yang perlu dibenahi.

“Jangan sampai yang kecil cepat diproses, yang besar justru kebal. Itu yang bikin publik sinis. Dan kalau publik sudah sinis, itu alarm bahaya bagi penegakan hukum,” katanya.

Edy menutup dengan pesan lugas: pemberantasan judi tidak boleh musiman. “Kalau mau bersih, bersihkan total. Jangan setengah hati. Karena kalau sabung ayam masih berkokok, suara kritik juga akan makin nyaring,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *