
Kuarungi derasnya lautan air mata
Mendayung arus gelombang derita
Semua digerakkan menghalangi
Dayaku terus menggapai pelangi
Cucuran peluhku bertasbih
Munajatku tak kenal letih
Tiap tahun berganti
Niat tiada terhenti
Segala uji kulaksanakan
Kamu harus kudapatkan
Kemarin kita bertemu
Hari ini harus lagi bertemu
Segala sendi menyerang
Kujalani dengan tenang
Kuingin temu dan komunikasi
Bukan hanya senyum tanpa komunikasi
Proses ini telah berlangsung lama
Tapi masih saja ada hama
Ikhtiar terus beristighfar
Tiada peduli lapar dan nanar
Suara sumbang tak henti mendera
Tapi diri telah ditempa lara
Jalan ini sepi pujian
Mirip dengan kematian
Aku tak diizinkan keluar
Iradah-Nya tanpa saklar
Diri juga tak pernah sesal
Walau ini tak bermuara terkenal
Otak dinonaktifkan
Iman diberdayakan
Surga bukan terminal terakhir
Allah itu tiada akhir
Panca indera terus bersyahadat
Guna sayang-Mu bisa mendekat
Geloraku terus memburu
Kadang bingung tapi terus menderu
Siang berganti
Malam pun dinanti
Titian ini mungkin tak bertepi
Tapi jiwaku tak pernah sepi
Banyak yang iri
Semua tak sendiri
Beberapa malah tampil protes
Seakan ini kontes
Mirip penciptaan Adam
Umumnya dihinggapi runyam
Tapi, diri terus melanjutkan
Seakan menerobos kepungan
Otak ditiadakan
Iman dijadikan pimpinan
Segenap alam bersaksi
Nyawa dan rahasia berkolaborasi
Ini jalan penderitaan
Bermuara kemanunggalan
Jika tahan derita
Tinggalkanlah yang nyata
Singkirkan halimun
Segerakan Kun Fayakun
Dia berkehendak apa saja
Otak pun mutlak diam saja
Beri aku kesempatan
Untuk jalin pertemuan
Limpahkan aku sayang-Mu
Agar selalu hadir dengan-Mu
Aku menyembah-Mu dalam pasrah
Dan bersaksi Kamu Allah
Diri selalu bersujud
Guna tampil-Mu maujud
Kosongkanlah semua alam
Agar diri tidak tenggelam
Aku rindu rupa-Mu
Ingin selalu melihat-Mu
Aku ingin bersama sebelum raga terbujur
Jangan biarkan diri kecewa dan tersungkur
Aku sudah terima semua uji-Mu
Jadikanlah niatku adalah kehendak-Mu
SYAHRIR AR
Gowa, 6 Ramadan 1447 Hijriah



















