Blog

~ Sayang-Mu Kugapai ~

0
×

~ Sayang-Mu Kugapai ~

Sebarkan artikel ini

Kuarungi derasnya lautan air mata
Mendayung arus gelombang derita
Semua digerakkan menghalangi
Dayaku terus menggapai pelangi

Cucuran peluhku bertasbih
Munajatku tak kenal letih
Tiap tahun berganti
Niat tiada terhenti

Segala uji kulaksanakan
Kamu harus kudapatkan
Kemarin kita bertemu
Hari ini harus lagi bertemu

Segala sendi menyerang
Kujalani dengan tenang
Kuingin temu dan komunikasi
Bukan hanya senyum tanpa komunikasi

Proses ini telah berlangsung lama
Tapi masih saja ada hama
Ikhtiar terus beristighfar
Tiada peduli lapar dan nanar

Suara sumbang tak henti mendera
Tapi diri telah ditempa lara
Jalan ini sepi pujian
Mirip dengan kematian

Aku tak diizinkan keluar
Iradah-Nya tanpa saklar
Diri juga tak pernah sesal
Walau ini tak bermuara terkenal

Otak dinonaktifkan
Iman diberdayakan
Surga bukan terminal terakhir
Allah itu tiada akhir

Panca indera terus bersyahadat
Guna sayang-Mu bisa mendekat
Geloraku terus memburu
Kadang bingung tapi terus menderu

Siang berganti
Malam pun dinanti
Titian ini mungkin tak bertepi
Tapi jiwaku tak pernah sepi

Banyak yang iri
Semua tak sendiri
Beberapa malah tampil protes
Seakan ini kontes

Mirip penciptaan Adam
Umumnya dihinggapi runyam
Tapi, diri terus melanjutkan
Seakan menerobos kepungan

Otak ditiadakan
Iman dijadikan pimpinan
Segenap alam bersaksi
Nyawa dan rahasia berkolaborasi

Ini jalan penderitaan
Bermuara kemanunggalan
Jika tahan derita
Tinggalkanlah yang nyata

Singkirkan halimun
Segerakan Kun Fayakun
Dia berkehendak apa saja
Otak pun mutlak diam saja

Beri aku kesempatan
Untuk jalin pertemuan
Limpahkan aku sayang-Mu
Agar selalu hadir dengan-Mu

Aku menyembah-Mu dalam pasrah
Dan bersaksi Kamu Allah
Diri selalu bersujud
Guna tampil-Mu maujud

Kosongkanlah semua alam
Agar diri tidak tenggelam
Aku rindu rupa-Mu
Ingin selalu melihat-Mu

Aku ingin bersama sebelum raga terbujur
Jangan biarkan diri kecewa dan tersungkur
Aku sudah terima semua uji-Mu
Jadikanlah niatku adalah kehendak-Mu

SYAHRIR AR
Gowa, 6 Ramadan 1447 Hijriah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *