
WAJO HBDPRESS-COM– Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Wajo menekankan pentingnya efisiensi dan inovasi program di tengah keterbatasan anggaran daerah. Hal ini menjadi sorotan utama dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Tempe yang digelar di Gedung Cendrawasih, Sabtu (21/02/2026).
Hadir langsung dalam forum tersebut, Ketua DPRD Wajo Firmansyah Perkesi bersama dua legislator asal Dapil I Tempe, Sudirman Meru dan Fery Surachmat. Kegiatan yang dibuka oleh Bupati Wajo Andi Rosman ini menjadi ajang krusial untuk menyinkronkan usulan masyarakat dengan realitas kapasitas fiskal daerah.
Anggota DPRD Wajo, Fery Surachmat, memberikan catatan kritis mengenai kondisi keuangan daerah. Ia menegaskan bahwa efisiensi dan pemotongan anggaran saat ini harus dijadikan momentum bagi Pemerintah Kabupaten Wajo untuk memperkuat kemandirian.
“Setiap kelurahan harus lebih selektif dalam menyusun program kerja. Keterbatasan anggaran bukan menjadi penghalang, melainkan peluang untuk melahirkan program yang benar-benar produktif dan berdampak langsung pada ekonomi masyarakat,” tegas politisi PKB tersebut.
Fery juga menyoroti keberadaan aset daerah yang belum terkelola maksimal. Menurutnya, optimalisasi aset pasif adalah solusi strategis untuk meningkatkan kapasitas fiskal daerah agar mampu berkontribusi nyata terhadap pendapatan daerah.
Legislator lainnya, Sudirman Meru, memberikan apresiasi atas komitmen Pemerintah Daerah yang tetap memprioritaskan kebutuhan dasar masyarakat meskipun dalam kondisi fiskal yang menantang. Berdasarkan paparan Ketua Bappeda, khusus untuk Kecamatan Tempe telah dialokasikan anggaran sekitar Rp5,6 Miliar, di mana Rp4,1 Miliar di antaranya diperuntukkan bagi infrastruktur.

“Kami mengapresiasi sambutan Bapak Bupati yang memberikan harapan besar bagi warga Tempe sebagai etalase Kabupaten Wajo. Fokus pada pelayanan masyarakat dan infrastruktur seperti jalan, jembatan, drainase, hingga lampu penerangan jalan tetap menjadi prioritas utama,” ujar politisi PAN tersebut.
Lebih lanjut, Sudirman Meru mengungkapkan bahwa Bupati juga mengharapkan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, terutama melalui program Jumat Bersih. Sebagai bentuk dukungan nyata, pada tahun 2026 Pemerintah Kabupaten Wajo berencana menghadirkan 10 unit mobil sampah baru demi menjaga estetika dan kebersihan kota.
Ketua DPRD Wajo, Firmansyah Perkesi, menyatakan bahwa peran legislatif dalam mengawal perencanaan menjadi semakin vital di tengah keterbatasan anggaran. DPRD berkomitmen memastikan setiap rupiah yang dianggarkan benar-benar berbasis kebutuhan masyarakat (bottom-up).
“Kehadiran kami adalah bentuk tanggung jawab konstitusional. Setiap usulan warga Tempe harus diperjuangkan secara serius dalam pembahasan anggaran agar menghasilkan program yang menyentuh langsung kesejahteraan masyarakat, bukan sekadar administratif,” pungkas Firmansyah.
Forum ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati Baso Rahmanuddin, jajaran Kepala OPD, Camat Tempe, serta para lurah se-Kecamatan Tempe.
(Humas DPRD Wajo)
Laporan:(Darmansyah).















