Ketua APDESI Merah Putih Pinrang Hadiri Rakernas 2026, Perkuat Sinergi Pembangunan Desa Nasional
SERANG HBDPerss.com : Ketua APDESI Merah Putih Kabupaten Pinrang, Haedar Ahmad, menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) APDESI Merah Putih Tahun 2026 yang berlangsung di Aston Hotel & Convention Center, Kota Serang. Kegiatan berskala nasional tersebut menjadi momentum penting bagi para kepala desa dan pengurus APDESI Merah Putih dari seluruh Indonesia untuk menyatukan visi, memperkuat koordinasi, serta merumuskan langkah strategis dalam mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan.
Rakernas yang diikuti ribuan peserta dari berbagai provinsi itu mengangkat sejumlah agenda prioritas yang berfokus pada penguatan kapasitas desa sebagai ujung tombak pembangunan nasional. Berbagai isu strategis dibahas secara komprehensif, mulai dari pengembangan ekonomi desa, penguatan koperasi desa, transformasi digital pemerintahan desa, peningkatan kualitas pelayanan publik, hingga peran desa dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.
Kehadiran Haedar Ahmad yang juga menjabat sebagai Kepala Desa Padakkalawa menunjukkan komitmen APDESI Merah Putih Kabupaten Pinrang dalam mengikuti perkembangan kebijakan dan program nasional yang berkaitan langsung dengan pembangunan desa. Menurutnya, Rakernas menjadi forum yang sangat penting untuk memperluas wawasan, memperkuat jaringan kerja sama antardesa, serta menyerap berbagai gagasan dan inovasi yang dapat diterapkan di daerah masing-masing.
“Rakernas ini bukan hanya menjadi ajang konsolidasi organisasi, tetapi juga wadah untuk bertukar pengalaman dan mencari solusi terhadap berbagai tantangan yang dihadapi desa saat ini. Banyak program dan kebijakan strategis yang dibahas, khususnya terkait penguatan ekonomi masyarakat, peningkatan produktivitas desa, serta pengembangan potensi lokal yang dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru,” ujar Haedar Ahmad.
Dalam forum tersebut, para peserta menegaskan bahwa desa memiliki posisi yang sangat strategis dalam mendukung pencapaian target pembangunan nasional. Dengan jumlah desa yang tersebar di seluruh Indonesia dan potensi sumber daya yang dimiliki, desa dinilai mampu menjadi motor penggerak ekonomi sekaligus pilar utama dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
Salah satu fokus utama yang menjadi perhatian dalam Rakernas adalah penguatan sektor ekonomi desa melalui pengembangan koperasi, usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), serta optimalisasi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Program-program tersebut diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta memperkuat kemandirian ekonomi desa.
Selain itu, transformasi digital juga menjadi salah satu agenda penting yang mendapat perhatian khusus. Pemanfaatan teknologi informasi dinilai dapat meningkatkan efektivitas pelayanan publik, memperkuat transparansi dan akuntabilitas pengelolaan pemerintahan desa, serta membuka peluang baru bagi masyarakat dalam mengembangkan usaha dan memasarkan produk unggulan desa ke pasar yang lebih luas.
Haedar Ahmad menilai bahwa berbagai materi dan rekomendasi yang dihasilkan dalam Rakernas sangat relevan dengan kebutuhan desa-desa di Kabupaten Pinrang. Menurutnya, penerapan teknologi digital dalam tata kelola pemerintahan desa serta pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal merupakan langkah yang harus terus didorong agar desa mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
“Desa harus mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang mandiri. Potensi yang dimiliki setiap desa perlu dikelola secara optimal melalui perencanaan yang matang, dukungan kelembagaan yang kuat, serta pemanfaatan teknologi yang tepat. Dengan demikian, manfaat pembangunan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” katanya.
Di sektor ketahanan pangan, Rakernas juga menegaskan pentingnya peran desa dalam mendukung program pemerintah untuk menjaga ketersediaan pangan nasional. Penguatan sektor pertanian, peternakan, perikanan, dan perkebunan menjadi bagian dari strategi besar yang diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan masyarakat pedesaan.
Haedar Ahmad menyampaikan bahwa Kabupaten Pinrang sebagai salah satu daerah yang dikenal memiliki potensi besar di sektor pertanian memiliki peluang yang sangat baik untuk mengimplementasikan berbagai program yang dibahas dalam Rakernas. Ia optimistis bahwa sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pemerintah desa akan semakin memperkuat upaya pembangunan di tingkat desa.
Lebih lanjut, ia berharap hasil Rakernas APDESI Merah Putih Tahun 2026 dapat menjadi pedoman bagi seluruh kepala desa dalam menyusun program pembangunan yang lebih inovatif, terukur, dan berkelanjutan. Menurutnya, kemajuan desa hanya dapat terwujud melalui kolaborasi yang kuat antara seluruh pemangku kepentingan dengan menempatkan kepentingan masyarakat sebagai prioritas utama.
“Harapan kami, berbagai rekomendasi yang dihasilkan dalam Rakernas ini dapat menjadi referensi bagi desa-desa di Kabupaten Pinrang untuk terus berinovasi, memperkuat kelembagaan, mengembangkan potensi ekonomi lokal, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, desa akan semakin maju dan mampu menjadi fondasi yang kuat bagi pembangunan daerah maupun nasional,” ungkapnya.
Melalui partisipasinya dalam Rakernas APDESI Merah Putih 2026, Haedar Ahmad kembali menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pembangunan desa yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dengan memperkuat sektor ekonomi, mendukung ketahanan pangan, serta mengoptimalkan potensi yang dimiliki desa, APDESI Merah Putih Kabupaten Pinrang diharapkan dapat berkontribusi nyata dalam mewujudkan desa yang mandiri, maju, berdaya saing, dan sejahtera. (MLP)














