Pinrang HBDperss.com : Pemerintah Kabupaten Pinrang melalui Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura mengungkapkan bahwa pada musim tanam kali ini, sekitar 1300 hektar lahan pertanian masyarakat di beberapa kecamatan yang terbagi dalam beberapa spot area terdampak serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) berupa hama tikus dan penggerek batang (kresek) yang berimbas pada penurunan kuantitas produksi petani.

Data ini merupakan hasil pengamatan dari Instalasi Pengamatan, Peramalan, dan Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (IP3OPT) Provinsi Sulawesi Selatan yang melakukan pengamatan dan pengumpulan data beberapa waktu lalu.
Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Pinrang, A. Sinapati Rudi saat mendampingi Bupati Pinrang H. A. Irwan Hamid, S.Sos meninjau langsung kondisi lahan pertanian di Kelurahan Sipatokkong, Kecamatan Watang Sawitto, Rabu (15/4).
Dalam keterangannya, Sinapati Rudi menjelaskan bahwa salah satu penyebab terjadinya serangan hama adalah pergeseran jadwal tanam yang tidak sesuai dengan kesepakatan awal.
Selain itu, pengendalian hama yang seharusnya dilakukan pada fase kritis juga mengalami keterlambatan karena bertepatan dengan bulan Ramadan, dimana sebagian petani masih fokus menjalankan ibadah sehingga menunda penyemprotan.
Dirinya juga menambahkan bahwa, penurunan kuantitas hasil produksi tidak terjadi secara merata pada areal persawahan masyarakat karena ada beberapa kecamatan yang mendapatkan kuantitas hasil produksi pertanian yang sama pada musim tanam lalu.
Sementara itu, Bupati Pinrang H. A. Irwan Hamid, S.Sos mengungkapkan bahwa kondisi penurunan kuantitas hasil produksi di beberapa areal persawahan akibat serangan OPT ini menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Pinrang, mengingat dampaknya langsung dirasakan oleh para petani.
Dirinya menegaskan bahwa Pemerintah tidak akan tinggal diam dan akan segera mengambil langkah konkret untuk membantu petani agar bisa kembali bangkit pada musim tanam berikutnya.
“Kita akan mengupayakan penambahan bantuan bibit bagi petani terdampak agar kerugian yang dialami bisa diminimalisir dan produksi pertanian dapat kembali meningkat,” ungkap Bupati Irwan.
Lebih lanjut, Bupati Irwan juga menekankan pentingnya peran penyuluh pertanian dalam memberikan edukasi dan pendampingan kepada petani, khususnya terkait pola tanam dan waktu pengendalian hama yang tepat.
Menurutnya, langkah ini sangat penting agar kejadian serupa tidak kembali terulang dan petani dapat lebih siap menghadapi potensi serangan hama di masa mendatang.
“Dengan pendampingan yang intensif, kita harapkan petani bisa lebih sigap dalam melakukan pengendalian, sehingga hasil panen tetap optimal dan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan mereka,” lanjutnya.
Melalui langkah cepat dan sinergi antara pemerintah, penyuluh, dan petani, diharapkan sektor pertanian di Kabupaten Pinrang tetap terjaga sebagai salah satu penopang ketahanan pangan, sekaligus memastikan masyarakat petani tetap produktif dan sejahtera.(*)

















