Makassar — Sebuah kesalahpahaman diduga terjadi antara dua oknum personel di lingkungan Aspol Todopuli, Jalan Todopuli Raya, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, pada Senin, 15 Maret 2026 sekitar pukul 14.30 WITA.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, insiden tersebut berawal dari persoalan kendaraan yang disebut menghalangi akses keluar masuk mobil di area perumahan dinas. Dalam peristiwa itu, personel Brimob Polda Sulsel berinisial B.I.R. disebut mendatangi rumah personel Direktorat Samapta Polda Sulsel berinisial A.A.H. untuk meminta agar kendaraan yang terparkir dapat dimajukan.
Informasi yang beredar menyebutkan bahwa permintaan tersebut awalnya disampaikan secara baik-baik kepada penghuni rumah. Namun, setelah beberapa saat, diduga terjadi adu mulut antara kedua belah pihak. Ketegangan disebut semakin meningkat karena adanya ucapan yang dinilai menyinggung perasaan.
Situasi kemudian disebut melibatkan anggota keluarga dari masing-masing pihak. Meski demikian, peristiwa tersebut tidak dilaporkan berkembang menjadi tindakan fisik dan selanjutnya diarahkan untuk diselesaikan secara internal.
Pada dini hari, salah satu pihak bersama keluarganya disebut telah dimintai klarifikasi di lingkungan Provos Batalyon A Brimob Polda Sulsel. Setelah itu, personel dari fungsi pengawasan internal juga dilaporkan datang untuk melakukan penanganan lebih lanjut.
Sumber informasi menyebutkan bahwa personel Brimob Polda Sulsel berinisial B.I.R. hingga kini masih menunggu permintaan maaf dari oknum personel Direktorat Samapta Polda Sulsel berinisial A.A.H. sebagai bagian dari penyelesaian persoalan tersebut secara kekeluargaan.
Adapun langkah yang disebut telah ditempuh sejauh ini antara lain pengumpulan bahan keterangan, pelaporan kepada pimpinan, serta upaya mediasi agar persoalan tidak berkembang lebih jauh.
Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat keterangan resmi dari pihak berwenang mengenai detail dan hasil penanganan peristiwa tersebut. Karena itu, seluruh informasi yang beredar masih memerlukan klarifikasi dan verifikasi lebih lanjut dari pihak terkait.

















