Widget Cuaca

CUACA HARI INI

Makassar
🌤
🌡 --°C
💨 -- km/j
💧 --%
Live Score Dunia

LIVE SCORE DUNIA

Premier League
Arsenal 2 - 1 Chelsea
72'
La Liga
Barcelona 1 - 0 Sevilla
55'
Serie A
Inter 0 - 0 Milan
31'
Bundesliga
Bayern 3 - 0 Dortmund
HT
Blog

Kadis SDA & BK monitoring kondisi Muara jampue 2 dan jampue 3 yang mengalami pendangkalan akibat sedimentasi

0
×

Kadis SDA & BK monitoring kondisi Muara jampue 2 dan jampue 3 yang mengalami pendangkalan akibat sedimentasi

Sebarkan artikel ini

Pinrang HBDperss.com :  Pemerintah Kabupaten Pinrang terus melakukan langkah antisipatif untuk memastikan sistem pengairan dan saluran pembuangan dapat berfungsi dengan baik, terutama dalam menghadapi musim penghujan.

Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui monitoring terhadap kondisi Muara Jampue 2 dan Jampue 3 yang mengalami pendangkalan akibat sedimentasi.

Monitoring dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Pinrang melalui Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (SDABK) di kawasan muara sungai Lingkungan Jampue dan Dusun Wae Tuoe, Kecamatan Lanrisang, Rabu (26/8).

Kepala Dinas SDABK Kabupaten Pinrang Bachrumsyah mengungkapkan bahwa kondisi pendangkalan pada kedua muara tersebut menjadi salah satu perhatian pihaknya untuk segera ditangani sebelum memasuki musim penghujan.

Menurutnya, penanganan sedimen pada muara diperlukan untuk memperlancar aliran air dari saluran pembuang menuju muara.

Dengan aliran yang lebih lancar, potensi terjadinya penyumbatan dan genangan dapat diminimalkan ketika curah hujan meningkat.

“Ini menjadi perhatian kita agar sebelum musim penghujan tiba, kondisi muara dapat ditangani sehingga aliran air dari saluran pembuang menuju muara tidak tersendat,” ungkap Bachrumsyah.

Bachrum menjelaskan, sedimentasi yang menyebabkan penyempitan dan pendangkalan muara berpotensi menghambat aliran air.

Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat berdampak pada areal pertanaman dan tambak masyarakat, khususnya lahan pertanian dan tambak di sekitar wilayah tersebut, serta sejumlah ruas jalan yang rawan terdampak genangan.

Olehnya itu, monitoring ini diharapkan menjadi langkah awal untuk menentukan penanganan yang tepat sehingga sistem drainase dan saluran pembuang dapat berfungsi secara optimal saat musim penghujan.

Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Pinrang dalam memberikan rasa aman dan kenyamanan kepada masyarakat, khususnya para petani yang mengandalkan lahan pertanian sebagai sumber penghidupan.

Dengan penanganan yang dilakukan lebih awal, diharapkan air hujan dapat mengalir dengan baik hingga ke muara sehingga risiko genangan yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat, merusak tanaman pertanian maupun menghambat akses transportasi dapat ditekan.

Pemerintah Kabupaten Pinrang melalui perangkat daerah terkait akan terus melakukan pemantauan terhadap titik-titik yang berpotensi menimbulkan persoalan saat musim penghujan sebagai bagian dari upaya menghadirkan infrastruktur pengairan yang lebih baik dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *