Widget Cuaca

CUACA HARI INI

Makassar
🌤
🌡 --°C
💨 -- km/j
💧 --%
Live Score Dunia

LIVE SCORE DUNIA

Premier League
Arsenal 2 - 1 Chelsea
72'
La Liga
Barcelona 1 - 0 Sevilla
55'
Serie A
Inter 0 - 0 Milan
31'
Bundesliga
Bayern 3 - 0 Dortmund
HT
Blog

MBG di Pinrang Disorot, IWO Desak BGN Benahi Menu dan Perketat Pengawasan SPPG

1
×

MBG di Pinrang Disorot, IWO Desak BGN Benahi Menu dan Perketat Pengawasan SPPG

Sebarkan artikel ini

MBG di Pinrang Disorot, IWO Desak BGN Benahi Menu dan Perketat Pengawasan SPPG

Pinrang – Ikatan Wartawan Online (IWO) Pinrang mendesak Koordinator Wilayah (Korwil) Badan Gizi Nasional (BGN) Pinrang untuk lebih aktif turun ke lapangan guna memperkuat pengawasan dan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Desakan ini dipicu oleh temuan lapangan yang menunjukkan bahwa menu disajikan masih belum sesuai dengan kebutuhan dan selera penerima manfaat.

Ketua IWO Pinrang, Soemarlin, menegaskan bahwa pemantauan rutin terhadap kualitas menu di setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sangat mendesak. Pengawasan tidak boleh sebatas pada pembenahan infrastruktur bangunan semata, melainkan harus menyentuh substansi porsi dan variasi makanan agar tidak terbuang sia-sia.

“Kehadiran kami dalam melakukan pemantauan adalah bentuk dukungan kepada pimpinan BGN agar kualitas program ini lebih baik. Jajaran BGN di daerah harus proaktif melakukan pengawasan langsung di lapangan, tidak sekadar menunggu laporan dari kantor,” tegas Soemarlin, saat ditemui, Selasa (11/8/2026).

Meskipun mengapresiasi upaya Kepala BGN, Sudaryono, dalam memperbaiki tata kelola program prioritas Presiden Prabowo Subianto ini, IWO menilai penyesuaian porsi dan variasi menu krusial untuk menekan angka makanan terbuang (food waste).

Persoalan ini dirasakan langsung oleh pihak sekolah. Seorang guru SD di Kabupaten Pinrang yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa banyak siswa tidak menghabiskan makanan yang dibagikan akibat menu yang monoton.

“Kebanyakan menu yang disajikan di sekolah kami tidak dimakan siswa karena kurang variatif. Makanan jadi terbuang, bahkan terpaksa dimanfaatkan untuk pakan ayam daripada mubazir. Kami berharap BGN segera melakukan evaluasi terhadap SPPG selaku penyalur,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *